Tafsir dan Para Mufassir

Jalan dan lika-liku hidup manusia yang sangat rumit dan
berliku, membuat Al-Qur'an sebagai satu-satunya jalan yang
pasti bagi kehidupan yang penuh kedamaian dan ketentraman.
Allah menurunkan kitab-Nya Al-Qur'an untuk pedoman dan
undang-undang bagi kaum muslimin dalam mengarungi liku-liku
hidupnya. Dengan pantulan sinarnya, hati mereka akan menjadi
terang dan petunjuknya mereka akan mendapatkan jalan yang
lempang. Dari ajaran-ajarannya yang lurus serta
undang-undangnya yang bijaksana mereka dapat memetik suatu hal
yang membuat mereka dalam puncak kebahagiaan dan keluhuran.
Al-Qur'an akan mengangkat mereka ke puncak keagungan dan
kesempurnaan, membiasakan mereka untuk mengendalikan roda
kemanusiaan, membuat mereka menjadi penghulu dan leluhur dalam
arena kehidupan ini sehingga mereka dapat berjalan
bersama-sama bangsa lain menuju hidup bahagia dan mulia serta
mengantarkan mereka menuju lembah ketenteraman, ketenangan dan
kedamaian.
Tidaklah diragukan lagi bahwa nilai hidup manusia dewasa ini
berada dalam kegelapan, kebinasaan dan kejahilan, tenggelam
dalam samudra penyelewengan dan terlena dalam pendewaan pada
harta dan benda. Tidak ada lagi jalan yang dapat
menyelamatkanya kecuali Islam, dengan jalan mengambil petunjuk
ajaran-ajaran Al-Qur'an dan undang-undangnya yang sangat
bijaksana. Di dalamnya terdapat seluruh aspek dan unsur
kebahagiaan manusiawi yang telah digariskan berdasarkan
pengetahuan Allah yang Maha Bijaksana.
Secara mudah dan jelas bahwa melaksanakan ajaran-ajaran ini
tidaklah akan berhasil kecuali dengan memahami dan menghayati
Al-Qur'an terlebih dahulu serta berpedoman atas nasihat dan
petunjuk yang tercakup di dalamnya. Yang demikian tidak akan
tercapai tanpa penjelasan dan perincian hasil yang dikehendaki
oleh ayat-ayat Al-Qur'an. Itulah yang kami maksudkan dengan
Ilmu Tafsir, khususnya pada masa kini dimana bakat retorika
bahasa Arab telah rusak dan spesialisasi bidang ini telah
lenyap binasa sampai keturunan-keturunan Arab sendiri.
Tafsir adalah kunci untuk membuka gudang simpanan yang
tertimbun dalam Al-Qur'an. Tanpa tafsir orang tidak akan bisa
membuka gudang simpanan tersebut untuk mendapatkan mutiara dan
permata yang ada di dalamnya, sekalipun orang-orang
berulangkali mengucapkan lafazh Al-Qur'an dan membacanya
disepanjang pagi dan petang.
 

 

Halaman : Daftar isi, 1, 2, 3, 4, 5