Ekonomi Islam


::Aturan-Aturan Permainan Ekonomi Islam

Allah telah menetapkan batas-batas tertentu terhadap perilaku
manusia sehingga menguntungkan individu tanpa mengorbankan
hak-hak individu lainnya. Perilaku mereka yang ditetapkan
dalam Hukum Allah (Syari’ah) harus diawasi oleh masyarakat
secar keseluruhan, berdasarkan aturan Islam.

::Etika Konsumsi dalam Islam

Konsumsi berlebih-lebihan, yang merupakan ciri khas
masyarakat yang tidak mengenal Tuhan, dikutuk dalam Islam dan
disebut dengan istilah israf (pemborosan) atau tabzir
(menghambur-hamburkan uang/harta tanpa guna).

::Kebebasan Ekonomik

Kebebasan ekonomik adalah tiang pertama dalam struktur pasaar
Islami, yang didasarkan atas ajaran-ajaran fundamental Islam,
diantaranya prinsip tanggung jawab dan kebebasan.

::Kerjasama

Baik dalam masalah-masalah spiritual, urusan-urusan ekonomik
atau kegiatan sosial, Nabi Muhammad SAW, menekankan kerjasama
diantara umat Muslim sebagai landasan masyarakat Islam dan
merupakan inti penampilannya.

::Konsep Harta

Tidak ada sedikit pun diantara yang Kami punyai (yakni harta
dan penghasilan) benar-benar jadi milikmu kecuali yang kamu
makan dan gunakan habis, yang kamu pakai dan kamu tanggalkan,
dan yang kamu belanjakan untuk kepentingan bersedekah, yang
imbalan pahalanya kamu simpan untukmu (dituturkan oleh Muslim dan Ahmad).

::Konsep Islam tentang Barang

Al Qur’an senantiasa menyebut barang-barang yang dapat
dikonsumsi dengan menggunakan istilah-istilah yang mengaitkan
nilai-nilai moral dan ideologik terhadap keduanya, yaitu
istilah at-tayyibat dan ar-rizq.

::Skala Waktu Perilaku Konsumen

Adanya hari kiamat dan kehidupan di akhirat membuat kita
harus memaksimalkan waktu yang dimiliki dengan berbuat yang
terbaik untuk kehidupan dunia, tetapi dengan itu kita juga
memiliki pondasi yang kokoh untuk kehidupan akhirat.

::Konsep Keberhasilan

Mencari kemajuan di bidang ekonomik tidaklah bertentangan
dengan pandangan islam. Berbagai jalan dapat ditempuh, salah
satunya dengan konsep-konsep keberhasilan yang terkait dengan
nilai-nilai moral.

::Metodologi Ekonomi Islam

Setiap sistem ekonomi pasti didasarkan atas ideologi yang
memberikan landasan dan tujuannya, di satu pihak, dan
aksioma-aksioma serta prinsip-prinsipnya, di lain pihak.
Proses yang diikuti dengan seperangkat aksioma dan prinsip
yang dimaksudkan untuk lebih mendekatkan tujuan sistem
tersebut merupakan landasan sistem tersebut yang bisa diuji.
Setiap sistem ekonomi membuat kerangka di mana suatu komunitas
sosio-ekonomik dapat memanfaatkan sumber-sumber alam dan
manusiawi untuk kepentingan produksi dan mendistribusikan
hasil-hasil produksi ini untuk kepentingan konsumsi.
 

 

Halaman : Daftar isi, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10